Times 8
Penjelasan tentang e-Marketing
Suatu
usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa dengan
menggunakan media Internet. Kata e dalam e-marketing ini dapat di artikan
sebagai elektronik (electronic) yang artinya kegiatan pemasaran yang dilakukan
secara elektronik, yang dalam hal ini melalui internet
Hubungan strategi
e-Marketing dengan strategi e-Business
Strategi
e-Marketing :
·
Melakukan
Riset Pasar. Proses marketing dimulai dari riset pasar untuk melihat seberapa
besar potensi pasar, mengukur tingkat kebutuhan pasar, peluang pasar, dan ragam
segmen yang tersedia. Juga mengetahui tingkat persaingan di pasar
tersebut.Sebagai contoh, sebelum meluncurkan Rumusan Rahasia Blogging, saya
lihat betapa pasar blogging begitu besar. Tingkat kebutuhannya sangat tinggi. Pemilik
blog masih sangat terbatas. Dan setahu saya, belum ada produk lain yang secara
menyeluruh membahas secara tuntas dari A sampai Z tentang blogging. Rahasia
Blogging bukan sekedar membahas tentang bagaimana membuat blog dan menghasilkan
uang dari blogging. Namun lebih dari itu membuat blog sukses spektakuler.
·
Mengembangkan
Strategi Marketing. Dengan memperhitungkan keunggulan anda, anda siapkan
strategi positioning dan brand produk anda.
·
Menetapkan
Program Marketing. Dari strategi marketing tersebut, kemudian lebih rinci ke
program marketing. Apa sajakah program marketing yang anda rencanakan? Misalkan
ketika baru meluncurkan produk, anda bertumpu pada SEO, PPC, dan beriklan di
situs web iklan seperti iklan jitu.
·
Evaluasi
dan Perbaikan. Pada tahap terakhir ini kita lihat bagaimana hasil dari
program-program marketing tersebut. Sudah sesuaikah dengan target anda? Dan
dari hasilnya anda bisa rumuskan kembali program marketing apa yang perlu
diperbaiki, mana yang perlu diperkuat, mana yang perlu dikurangi atau mungkin
perlu ditiadakan. Dan begitu seterusnya.
Contoh alat/tools berbasis TI
yang mendukung implementasi e-marketing
a.
Kebutuhan
perangkat keras dalam IT
o Server.
·
Processor: Intel
Core 2 Duo 2.4 Ghz.
·
Hardisk:
160 Gb.
·
Memory: 2
Gb.
·
VGA card:
512 Mb.
·
Modem: ADSL
dan Cable.
·
Monitor:
resolusi 1024 x 768 atau lebih.
o Client.
·
Processor: Pentium
IV 2.2.
·
Hardisk: 20
Gb.
·
Memory:
256 Mb.
·
VGA card:
128 Mb.
·
Modem: Dial-Up, ADSL dan Cable.
b.
Kebutuhan
perangkat lunak dalam IT
o Server.
·
Operating System:
Mac OS X 10.5.
·
Browser:
Safari 3.0, Mozilla Firefox 2.0 atau Internet Explorer 7.0.
·
Web Design:
Rapidweaver 4.2.
·
Open Source:
www.123guestbook.com
·
Adobe
Flash 10.
o Client
·
Operating
System: Mac OS atau Windows XP.
·
Browser:
Safari 1.0, Mozilla Firefox 1.0 atau
Internet Explorer 6.0.
Beberapa penjelasan Paul Smith yang memperkenalkan metode SOSTAC
dalam perencanaan pemasaran (marketing plan)
a.
Situation analysis (Where Are We Now?)
Situation
Review atau Situation Analysis merupakan tahapan pertama yang
harus dilakukan dalam menyusun perencanaan pembangunan e-marketing, dimana dalam tahapan ini akan dilakukan analisis
mengenai kondisi atau tingkat keefektifan dari aktivitas marketing yang
sekarang berjalan di perusahaan. Hasil analisis yang diperoleh akan digunakan
sebagai bahan untuk mendefinisikan strategi marketing
yang baru .
Pada
tahap ini tugas yang harus dilakukan adalah menganalisis dan memahami kondisi
perusahaan di dalam marketplace,
dengan cara mengumpulka n informasi mengenai keadaan lingkungan eksternal perusahaan dan keadaan internal perusahaan.
b.
Objectives (Where Do We Want to Be?)
Setelah
perusahaan mengetahui posisi mereka secara tepat dalam marketplace, sekarang
saatnya menentukan tujuan. Adanya penetapan tujuan dapat membantu mengarahkan
perusahaan supaya tetap fokus hanya pada
hal-hal yang ingin di capai. Membuat tujuan bukanlah hal yang mudah, akan
tetapi panduan SMART bisa dijadikan pedoman dalam membuat tujuan yang spesifik.
SMART
merupakan singkatan Specific, Measurable, Actionable, Relevant dan Time-Releated, dimana definisinya adalah
sebagai berikut :
·
Specific :
Tujuan yang dibuat harus mempunyai cukup detail sehingga dapat digunakan
sebagai pedoman pembuatan strategi yang tepat sasaran
·
Measurable
: Tujuan yang diteapkan harus bisa diukur baik secara kualitatif atau
kuantitatif, sehingga perusahaan bisa mengontrol secara berkala apakah tujuan
tersebut sudah tercapai atau belum.
·
Actionable :
Tujuan yang dibuat harus realistis atau dapat dilaksanaka. Untuk mengukur hal
ini, dibandingkan kemampuan yang dimiliki dengan tujuan yang ingin dicapai.
Bila kemampuan yang dimiliki tidak bisa memenuhi pencapaian tujuan, berarti
tujuan tersebut bukanlah yang bersifat actionable.
·
Relevant : Tujuan
yang dibuat harus relevan dengan masalah yang ingin diselesaikan.
·
Time –Releated : Tujuan
yang telah dibuat harus dilengkapi dengan target waktu atau deadline yang pasti, sehingga bisa memacu perusahaan mencapai tujuan
tersebut tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Pada intinya bila
perusahaan mempunyai tujuan jelas dan
specific, daftar tujuan itu akan dapat membantu perusahaan supaya lebih
terarah dalam melaksanakan perencanaan dan membudahkan perusahaan dalam proses
evaluasi untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam mencapai tujuan.
c.
Strategy Formulation (How Do We Get There?)
Setelah tujuan yang ingin dicapai berhasil
dirumuskan pada tahap sebelumnya, maka
penyusunan strategi yang tepat sasaran dapat dilakukan. Menurut Dave
Chaffey dan P.R. Smith pada bukunya e-Marketing
Excellence, strategi itu sendiri hanya merupakan panduan umum untuk
mencapai tujuan.
d.
Tactic (How Exactly Do We Get There?)
Pada intinya perbedaan strategi dengan taktik
adalah merumuskan panduan umum yang akan dilakukan perusahaan untuk mencapai
tujuan, sedangkan taktik merumuskan detail langkah atau tahap seperti apa yang
akan dilakukan untuk pelaksanaan strategi tersebut.
e.
Action (What is Our Plan?)
Setelah berhasil merumuskan taktik, saatnya untuk
memecah taktik itu menjadi suatu rangkaian rencana kerja yang terstruktur dan
terjadwal. Pada tahap ini bisa dibuat suatu jadwal kerja dalam bentuk Flow
Chart, Gantt Chart, membuat perencanaa
budget alokasi sumber daya secara mendetail, membuat risk management plan, dan lain-lain.
f.
Control
(Did We Get There?)
Fungsi kontrol disini adalah untuk memonitor dan
mengevaluasi secara berkala apakah
aplikasi e-marketing yang
telah diterapkan perusahaan sudah berhasil mencapai tujuan atau belum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar