Minggu, 07 April 2013

Times 6

 Pengertian Supply Chain Management (SCM)
Rantai pasokan mencakup semua bagian diantaranya suppliers, produsen, distributor dan pelanggan, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam memenuhi permintaan pelanggan. Rantai pasokan meliputi tidak hanya pada pembuat dan suppliers tetapi juga pengangkut, gudang, pengecer, dan bahkan pelanggan itu sendiri.
Pada tiap-tiap organisasi seperti perusahaan manufaktur, rantai pasokan meliputi seluruh fungsi-fungsi yang terlibat dalam penerimaan dan pengisian permintaan pelanggan. Fungsi ini termasuk, tetapi tidak dibatasi, perkembangan produk baru, pemasaran, operasi, distribusi, keuangan, dan customer service.
Rantai pasokan merupakan hal yang dinamis dan melibatkan aliran informasi yang konstan, produk, dan keuangan antar tingkat-tingkat yang berbeda. Pada kenyataannya, tujuan utama dari berbagai rantai pasokan adalah memenuhi kebutuhan pelanggan dan dalam prosesnya, menghasilkan keuntungan bagi dirinya sendiri.
Rantai pasokan menimbulkan gambaran atas pergerakan produk atau pasokan dari supplier kepada pembuat produk, distributor, pengecer, pelanggan sepanjang rantai.
Supply chain biasanya melibatkan variasi dari tingkat-tingkat. Tingkat-tingkat ini meliputi:

1.            Pelanggan
2.            Pengecer
3.            Distributor
4.            Pembuat produk
5.            Komponen atau supplier bahan baku.


Perkembangan SCM dari tahun ke tahun
Jaringan logistic meliputi supplier,gudang(Warehouse),pusat distribusi,retail juga bahan baku.Barang setengah jadi dan barang jadi yang mengalir di antara fungsi-fungsi bisnis yang bersangkutan.
·         Pada tahun 1970an logistik menjadi bagian dalam perusahaan atau organisasi yang berfungsi sebagai penjamin ketersediaan material dan barang untuk kelangsungan hidup perusahaan.

·         Tahun 1980an fungsi logistik telah berubah orientasi menjadi sebuah aliran proses. Pada fase ini, dunia   usaha telah menjadikan logistik sebagai bagian penting dalam sistem. Sedangkan para pakar dan akademisi menjadikan logistik sebagai ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan konsep Supply Chain Management.
·         Era 1990an untuk pertama kalinya konsep silang usaha logistik (seperti Just In Time) dan Supply Chain Management didukung dengan kemutakhiran Teknologi Informasi.

·         Abad 21 merupakan era persaingan global. Kerjasama usaha merupakan faktor kunci keberhasilan dalam persaingan global, maka muncul Strategic Supply Chain Management. Strategi SCM yang tepat diyakini mampu membuat perusahaan atau organisasi memenangkan persaingan.

Upstream dan Downstream

·         Bagian upstream (hulu) Bagian upstream (hulu) supply chain meliputi aktivitas dari suatu perusahaan manufaktur  dengan para penyalurannya (yang mana dapat manufaktur, assembler, atau kedua-duanya)dan koneksi mereka kepada pada penyalur mereka (para penyalur second-trier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada beberapa strata, semua jalan dari asal material (contohnya bijih tambang, pertumbuhan tanaman). Di dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama adalah pengadaan.

·         Downstream (arah muara) Downstream (arah muara) supply chain meliputi semua aktivitas yang melibatkan pengiriman produk kepada pelanggan akhir. Di dalam downstream supply chain, perhatian diarahkan pada distribusi, pergudangan, transportasi, dan after-sales-service.
Contoh :
Pabrik pembuat kemeja adalah merupakan supply chain yang menghubungkan upstream (melalui pengusaha kain kepada pengusaha kapas/serat) dan down-stream (melalui distributor dan retail pada pelanggan akhir).

Push dan Pull Supply Chain
Push supply chain : Push system adalah suatu sistem produksi berbasis kepada forecasting dan menghasilkan output dalam jumlah besar yang nantinya akan masuk kedalam inventori sebelum disalurkan kepada pelanggan.
Contoh : Sebuah perusahaan mempromosikan produknya ke media televisi ataupun radio. Tidak mungkin bagi pembeli untuk berinteraksi langsung dengan pihak perusahaan. Informasi produk “didorong” ke pembeli.
*Forecasting adalah proses perkiraan/pengukuran kedepannya menggunakan data yg telah ada, tujuannya adalah dimana perencanaan ini dilakukan sebagai penghubung antara perusahaan dengan konsumen.

Pull supply chain :Pull system adalah suatu sistem produksi dimana perusahaan harus selalu mengikuti permintaan pasar. Dalam pull system metode forecasting jarang dilakukan, produksi benar-benar dilakukan atas pemintaan pelanggan.
Contoh : Manufaktur mobil Ford Australia. Ford Australia hanya memproduksi mobil ketika mereka telah diperintahkan oleh pelanggan

Peran teknologi informasi pada SCM

Peran IT pada SCM yaitu memungkinkan pembagian cepat dari data permintaan dan penawaran. Dengan membagi informasi di seluruh SCM ke konsumen akhir, kita bisa membuat sebuah rantai permintaan, diarahkan pada penyediaan nilai konsumen yang lebih. Tujuannya ialah mengintegrasikan data permintaan dan suplai jadi gambaran yang akurasinya sudah meningkat dapat diambil tentang sifat dari proses bisnis, pasar dan konsumen akhir. Integrasi ini sendiri memungkinkan peningkatan keunggulan kompetitif. Jadi dengan adanya integrasi ini dalam SCM akan meningkatkan ketergantungan dan inventori minimum.

Pendapat Michael Porter tentang rantai nilai Chain Management
Value Chain Porter adalah model yang digunakan untuk membantu menganalisis aktivitas-aktivitas spesifik yang dapat menciptakan nilai dan keuntungan kompetitif bagi organisasi. Aktivitas-aktivitas tersebut dibagi dalam 2 jenis, yaitu :

a.         Primary activities :
·           Inbound logistics : aktivitas yang berhubungan dengan penanganan material sebelum digunakan.
·           Operations : akivitas yang berhubungan dengan pengolahan input menjadi output.
·           Outbound logistics : aktivitas yang dilakukan untuk menyampaikan produk ke tangan konsumen.
·            Marketing and sales : aktivitas yang berhubungan dengan pengarahan konsumen agar tertarik untuk membeli produk.
·            Service : aktivitas yang mempertahankan atau meningkatkan nilai dari produk.

b.        Supported activities :
·         Procurement : berkaitan dengan proses perolehan input/sumber daya.
·          Human Resources Management : Pengaturan SDM mulai dari perekrutan, kompensasi, sampai pemberhentian.
·         Product & Technological Development : pengembangan peralatan, software, hardware, prosedur, didalam transformasi produk dari input menjadi output.
·         Administrative & Finance Infrastructure : terdiri dari departemen-departemen/fungsi-fungsi (akuntansi, keuangan, perencanaan, GM, dsb) yang melayani kebutuhan organisasi dan mengikat bagian-bagiannya menjadi sebuah kesatuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar