Lingkungan Bisnis dan Komponen-Komponen Lingkungan
Bisnis
Lingkungan
dapat diartikan sebagai seluruh pelaku dan kekuatan yang mempengaruhi kemampuan
perusahaan untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan perusahaan.
Lingkungan
bisnis diklasifikasikan kedalam 2 macam, yaitu :
1. Lingkungan Internal
Segala
sesuatu di dalam orgnisasi / perusahaan yang akan mempengaruhi organisasi / perusahaan
tersebut.
Lingkungan
Internal dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
·
Tenaga
kerja (Man)
·
Modal
(Money)
·
Material/bahan
baku (Material)
·
Peralatan/perlengkapan
produksi (Machine)
·
Metode
(Methods)
Lingkungan
Internal ini biasanya digunakan untuk menentukan Strength(kekuatan) perusahaan,
dan juga mengetahui Weakness (kelemahan) perusahaan.
2. Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Lingkungan Mikro
Dimana
perusahaan dapat melakukan aksi – reaksi terhadap faktor – faktor penentu
Opportunty (peluang pasar) dan juga Threat (ancaman dari luar).
Faktor-faktor
yang mempengaruhi :
·
Pemerintah
·
Pemegang
saham
·
Kreditor
·
Pesaing
·
Public
·
Pemasok
·
Konsumen.
b. Lingkungan Makro
Dimana
perusahaan hanya dapat merespon lingkungan di luar perusahaan.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi :
·
Lingkungan
ekonomi
·
Lingkungan
teknologi
·
Lingkungan
pemerintahan
·
Lingkungan
sosial kultur
·
Lingkungan
global
·
Teknologi
dan informasi.
Alvin Toflfer mengemukakan bahwa
dunia (termasuk bisnis) mengalami beberapa kali gelombang perubahan
a. Gelombang pertama adalah Revolusi
pertanian.
b.
Gelombang
kedua adalah Revolusi industry.
c.
Gelombang
ketiga adalah teknologi informasi.
Paradigma
Ekonomi Industrial (Industrial Economy Paradigm)
Paradigma adalah sebuah konstruksi yang dapat
diketahui; “sebuah artifak” . Berdasarkan pengertian ini, kalangan ilmuwan
biasanya menghasilkan kesepakatan mengenai prinsip dan aturan bersama didalam
mendefinisikan suatu teori, aplikasi, dan instrumentasi saat mereka berusaha
membentuk contoh klasik atau gambaran standar tertentu yang menjadi pedoman
bagi perilaku ilmiah.
Paradigma ekonomi
jejaring adalah pola kegiatan ekonomi yang berbasis pada jejaring dan
perkembangan teknologi informasi, seluruh aktivitas manusia seolah-olah kurang
berjalan tanpa bantuan teknologi informasi.
Ciri-ciri :
·
Saling
berhubungan
·
Produksi
yang dapat disesuaikan
·
Lingkup
global
Perbedaan dan hubungan antara industrial economy
paradigm dan networked economy paradigm
seiring
berjalannya waktu, revolusi informasi telah menciptakan suatu lingkungan bisnis
yang semakin kompleks tetapi sekaligus semakin dipermudah. Hubungan antara
ekonomi industrial dan ekonomi jejaring adalah bahwa ekonomi jejaring adalah
hasil perkembangan dari ekonomi industrial dengan peran yang sangat besar
akibat revolusi informasi. Jadi sebenarnya, sekalipun ekonomi industrial dan ekonomi
jejaring terlihat sangat berbeda tetapi tetap saling berhubungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar