Times 5
Pengertian dari Strategi bisnis/perusahaan
Pengertian dari Strategi bisnis/perusahaan
Strategi Adalah pendekatan secara keseluruhan yang
berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah
aktivitas dalam kurun waktu tertentu.
Strategi Bisnis Perusahaan Adalah Sebuah Senjata Bagi perusahaan bisnis tersebut untuk melihat
sesuatu lebih jauh kedepan guna untuk menjaga daya tahan sebuah perusahaan
menjadi lebih baik dan Aman. Biasanya stategi Bisnis perusahaan Itu Sudah
Terbentuk Sebelum perusahan bisnis itu di buat yaitu terletak di dalam VISI dan
MISI dari perusahaan Tersebut jadi bagimana sebuah perusahaan mempertahankan
visi dan misi nya itulah strategi bisnisnya perusahaan bisnis tersebut.
Strategi
bisnis/perusahaan memiliki beberapa tingkatan diantaranya :
Tingkatan Strategi bisnis Perusahaan :
a.Strategi
Multidomestik/Multinasional
b.Strategi
Global
c.Strategi
Perusahaan Transnasional
Penjelasan :
a.Strategi Multidomestik/Multinasional
Perusahaan memberikan banyak kebebasan pada anak-anak
perusahaannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berada dalam wilayah
mereka. Dimana perusahaan induk membiarkan para anak perusahaan mengembangkan
produk dan praktek mereka sendiri.
b.Strategi Global
Strategi global mengumpulkan pengendalian di
perusahaan induk. Perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh
dunia dengan produk-produk standar. Produk untuk seluruh pasar dunia diproduksi
secara sentral dan dikirimkan pada anak-anak perusahaan.
c.Strategi Perusahaan Transnasional
Perusahaan induk dan semua anak perusahaan bekerja
sama memformulasikan strategi dan kebijakan operas, dan menkoordinasikan
logistik agar produk mencapai efisiensi dan integrasi global, sambil
menyediakan fleksibilitas di tingkat lokal.
Tahapan-tahapan dalam penyusunan strategi bisnis/perusahaan
Dalam
penyusunan strategi bisnis terdapat ilmu yang disebut dengan “manajemen
strategis”. Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan
pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan
suatu perusahaan mencapai sasarannya (Wikipedia, 2013)
Ada tiga tahapan dalam manajemen strategis, yaitu perumusan
strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi. Dalam
perumusan strategi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :
·
Melakukan analisis situasi, evaluasi diri dan
analisis pesaing: baik internal maupun eksternal; baik lingkungan mikro maupun
makro.
·
Bersamaan dengan penaksiran tersebut, tujuan
dirumuskan. Tujuan ini harus bersifat paralel dalam rentang jangka pendek dan
juga jangka panjang. Maka di sini juga termasuk di dalamnya penyusunan
pernyataan visi (cara pandang jauh ke depan dari masa depan yang dimungkinkan),
pernyataan misi (bagaimana peran organisasi terhadap lingkungan publik), tujuan
perusahaan secara umum (baik finansial maupun strategis), tujuan unit bisnis
strategis (baik finansial maupun strategis), dan tujuan taktis.
Dalam pelaksanaan strategi, perusahaan melakukan apa yang sudah
direncanakan. Setelah hal yang telah direncanakan telah usai dilaksanakan,
tidak semerta – merta kegiatan itu ditinggalkan begitu saja. Ada tahap yang
disebut dengan evaluasi. Di tahap ini kita melakukan tinjauan terhadap kegiatan
yang telah dilaksanakan apakah sudah sesuai rencana dan mencapai tujuan atau
malah sebaliknya. Hal ini diperlukan untuk melakukan perbaikan – perbaikan
terhadap kualitas kerja yang nantinya berguna apabila rencana tersebut akan
dipakai lagi atau malah diperbaharui untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Hubungan Strategi Bisnis dan Strategi E-Bussines
E-business
sama seperti halnya bisnis biasa namun dengan memanfaatkan media elektronik. Maka
dari itu sama halnya seperti bisnis, e-business pastinya membutuhkan strategi
untuk dapat berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan. Teknologi informasi
adalah sarana penunjang paling potensial dalam penerapan e-business dewasa ini.
Maka dari itu, teknologi informasi menjadi salah satu potensi yang dapat
meningkatkan daya saing perusahaan dalam mencapai tujuannya. Tanpa perencanaan
dan strategi yang matang, e-business mungkin dapat berjalan tapi apakah dalam
pelaksanaannya dapat bertahan lama sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan
sesuai visi dan misi itulah yang menjadi persoalan. Beberapa yang perlu
dipertimbangkan dalam pembentukan strategi e-business :
- Penyusunan rencana pengembangan
Dalam perancangan suatu e-business
dibutuhkan susunan – susunan rencana yang digunakan selama mengembangkan sistem
yang akan digunakan.
- Pembangunan secara bertahap/dinamis
Implementasi e-business dalam suatu
usaha yang sebelumnya belum menerapkan e-business harus dilakukan secara
bertahap dan tidak langsung. Ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama,
implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau
bahkan implementasi langsung. Selain itu butuh evaluasi terus – menerus dalam
penerapan e-business yang dikarenakan perkembangan teknologi yang berjalan
sangat cepat.
- Perlu menetapkan prioritas implementasi
Seperti yang dijelaskan sebelumnya,
implementasi e-business ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama,
implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau
bahkan implementasi langsung. Dalam hal implementasi perlu memperhatikan
prioritas, cara implementasi yang mana yang sangat dibutuhkan perusahaan.
- Pemilihan teknologi yang tepat
Tidak semua perusahaan membutuhkan
ERP, CRM dan lain sebagainya. Maka dari itu sekali lagi yang perlu ditekankan
adalah kebutuhan dari perusahaan menurut tingkat urgensinya. Penggunaan
teknologi sebaiknya berdasarkan hal – hal yang menjadi kebutuhan paling
mendesak dalam hal menunjang kinerja perusahaan dalam pencapaian tujuan.
- Penyiapan sumber daya
Diperlukan banyak sumber daya yang
diperlukan dalam penerapan e-business antara lain sumber daya teknologi dan
manusia. Dalam hal sumber daya teknologi, perusahaan ada baiknya memperhatikan
hal – hal yang menunjang bekerjanya sistem e-business tersebut seperti
contohnya penggunaan hardware tertentu, penggunaan jasa web hosting, kerjasama
dengan institusi penyedia jasa internet dan lain sebagainya. Sedangkan dalam
hal sumber daya manusia perusahaan perlu melatih para pegawainya yang nantinya
akan bekerja menggunakan sistem e-business. Namun ada baiknya dilakukan
perundingan dengan pegawai – pegawai senior untuk melakukan musyawarah apakah
sistem layak diterapkan atau tidak.
- Pengembangan diserahkan pihak ketiga
Tidak sepenuhnya dalam penerapan
e-business dalam pengembangannya ditangani oleh pihak perusahaan sendiri.
Diperlukan third party dalam pengembangannya sehingga perusahaan dapat tetap
fokus dalam kegiatannya mencapai tujuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar