Minggu, 07 April 2013

Times 10

Enterprise Resources Planning (ERP)
ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sebuah konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya perusahaan meliputi dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas yang berpengaruh luas mulai dari manajemen paling atas hingga operasional di sebuah perusahaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan nilai tambah bagi seluruh pihak yang berkepentingan (stake holder) atas perusahaan tersebut.
ERP berfungsi mengintegrasikan proses-proses penciptaan produk atau jasa perusahaan, mulai dari pemesanan bahan-bahan mentah dan fasilitas produksi sampai dengan terciptanya produk jadi yang siap ditawarkan kepada pelanggan (Indrajit, Djokopranoto, 2002). Selain itu ERP juga membantu mengintegrasikan data-data didalam organisasi didalam sebuah platform yang umum (ERP Wire, 2006).

Komponen-komponen utama  dalam ERP

a.       Modul Operasi
Terdiri atas General Logistic, Sales and Distribution, MaterialsManagement, Logistic Execution, Quality Management, Plant Maintenance, Customer Service, Production Planning and Control, Project System, Environment Management

b.      Modul Finansial dan Akunting
Terdiri atas General Accounting, Financial Accounting, Controlling, Investment Management, Treasury, Enterprise Controlling

c.       Modul Sumber Daya Manusia
Terdiri atas Personnel Management, Personnel Time Management,Payroll, Training and Event Management, Organizational Management, Travel Management


Penyebab kegagalan implementasi ERP
·         Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran.
·         Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik.
·         Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya.
·         Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru.
          

         Faktor-faktor yang menyebabkan suatu ERP gagal di implementasikan adalah sebagai berikut:
·         Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran.
·         Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik.
·         Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya.
·         Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru


Indikator kegagalan dalam pengimplementasi ERP adalah sebagai berikut :
·         Kurangnya komitmen top management.
·         Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi bisnis).
·         Cacatnya proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan).
·         Kurangnya sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal).
·         Kurangnya ‘buy in’ sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan.
·         Kesalahan penghitungan waktu implementasi.
·         Tidak cocoknya software dengan business process.
·         Kurangnya training dan pembelajaran.
·         Cacatnya project design & management.
·         Kurangnya komunikasi.
·         Saran penghematan yang menyesatkan.
.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar