Minggu, 07 April 2013

Times 3



Model Bisnis
Model adalah suatu gambaran ideal, sedangkan bisnis adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan  jual beli barang maupun jasa ke konsumen maupun bisnis lainnya. Berdasar hal tersebut, maka model bisnis dapat didefinisikan sebagai suatu gambaran yang dijadikan dasar untuk membentuk atau melakukan bisnis. Berikut beberapa definisi model bisnis dari berbagai sumber.
komponen model bisnis
sembilan komponen penting antara lain :
1.       pelanggan (customer segments)
2.       nilai tambah (value propositions)
3.       menyebarluaskan informasi (channels)
4.       hubungan antara organisasi dan pelanggan (customer relations)
5.       sumber daya utama apa yang dimiliki organisasi (key resources)
6.       kegiatan utama (key activities)
7.       mitra utama (key partners)
8.        biaya – biaya yang perlu dikeluarkan (cost structure)
9.       Darimana penghasilan didapat sehingga dapat menutupi biaya yang diperlukan (revenues)
Michael porter mengemukakan  5  kekuatan utama perusahaan/organisasi
a.       Ancaman dari pendatang baru ( threat of new entrants )
b.      Ancaman dari produk pengganti ( threat of substitute products )
c.       Kekuatan tawar-menawar dari pemasok ( bargaining power of suppliers )
d.      Kekuatan tawar-menawar dari pembeli ( bargaining power of buyers )
e.      Persaingan kompetitif di antara anggota industri ( rivalry among competitive firms )
Pengaruh TI pada setiap kekuatan yang ada pada Porter’s 5 Forces
a.       Ancaman Dari pendatang Baru : Pengaruh TI pada Ancaman Dari pendatang baru sangat cukup berbahaya karena dengan adanya TI pendatang baru bisa melihat harga atau barang yang di jual oleh perusahaan bisnis yg lain tersebut  mereka bisa menurunkan atau membuat harga lebih murah dan lebih bagus.
b.      Ancaman Dari produk pengganti : Pengaruh TI pada ancaman ini sangat cukup menakutkan juga karena dengan adanya TI lawan bisnis akan selalu melihat produk apa saja yang akan diganti atau yang baru, sehingga mereka bisa mencari produk pengganti yang lebih baik dari sebelumnya.
c.       Kekuatan Tawar-menawar dari pemasok : Dengan adanya TI Pemasok bisa sangat berbahaya karena mereka akan selalu mencari tahu harga barang yang di butuhkan oleh perusahaan lain dengan menggunakan TI.
d.      Kekuatan tawar menawar dari pembeli : Dengan Adanya TI Pembeli bisa bebas mencari harga barang yang murah serta dengan senang hati bisa melihat barang yang dia inginkan tanpa keluar rumah.
e.      Persaingan Kompetetis di antara anggota industri : Pengaruh TI pada tahap ke 5 ini sangat berguna bagi seorang bisnis, dengan adanya TI mereka bisa melihat gerak-gerik dari perusahaan bisnis  tersebut.

Bentuk Model Bisnis untuk E-Bisnis

1)      Konsumen (Costumer)
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
2)      Semua produk (barang dan jasa) dan servis yang ditawarkan
Semua jenis barang dan jasa yang ditawarkan oleh persahaan untuk ditawarkan ke konsumen atau memenuhi permintaan konsumen
3)      Proses bisnis (the business process)
Proses bisnis mencakup segala kegiatan yang dilakukan dalam bisnis tersebut untuk menjangkau konsumen. Proses bisnis dintaranya meliputi: Cara mengakses barang/jasa; cara pembayaran; Pengiriman.
4)      Sumberdaya (the recsources)
Sumberdaya yang digunakan oleh perusahaan meliputi bahan baku yang diperlukan oleh perusahaan dalam pembuatan produk atau sumber daya manusia yang membantu proses bisnis tersebut
5)      Supply chain (rantai pasokan)
Supply chain adalah suatu sistem organisasi, orang, teknologi, kegiatan, informasi sumber daya yang terlibat dalam memindahkan produk atau layanan dari pemasok kepada pelanggan.
6)      Revenue model (model pendapatan)
Pendapatan yang didapatkan perusahaan meliputi:
a)      Biaya transaksi (Transaction fee)
Menjual barang kepada pelanggan secara langsung
b)      Berlangganan (Subscription fee), adalah pendapatan yang didapatkan dari pelanggan yang telah berlangganan dengan perusahaan tersebut
c)       Biaya iklan (Advertising fee) adalah pedapatan yang di dapatkan dari pemasangan iklan 




Times 2


Lingkungan Bisnis dan Komponen-Komponen Lingkungan Bisnis

Lingkungan dapat diartikan sebagai seluruh pelaku dan kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan perusahaan.
Lingkungan bisnis diklasifikasikan kedalam 2 macam, yaitu :
1.       Lingkungan Internal
Segala sesuatu di dalam orgnisasi / perusahaan yang akan mempengaruhi organisasi / perusahaan tersebut.
Lingkungan Internal dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

·         Tenaga kerja (Man)
·         Modal (Money)
·         Material/bahan baku (Material)
·         Peralatan/perlengkapan produksi (Machine)
·         Metode (Methods)

Lingkungan Internal ini biasanya digunakan untuk menentukan Strength(kekuatan) perusahaan, dan juga mengetahui Weakness (kelemahan) perusahaan.

2.       Lingkungan Eksternal
        Lingkungan eksternal dibagi menjadi 2, yaitu :
a.       Lingkungan Mikro
Dimana perusahaan dapat melakukan aksi – reaksi terhadap faktor – faktor penentu Opportunty (peluang pasar) dan juga Threat (ancaman dari luar).

Faktor-faktor yang mempengaruhi :
·         Pemerintah
·         Pemegang saham
·         Kreditor
·         Pesaing
·         Public
·         Pemasok
·         Konsumen.
     

b.      Lingkungan Makro
Dimana perusahaan hanya dapat merespon lingkungan di luar perusahaan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi :
·         Lingkungan ekonomi
·         Lingkungan teknologi
·         Lingkungan pemerintahan
·         Lingkungan sosial kultur
·         Lingkungan global
·         Teknologi dan informasi.

Alvin Toflfer mengemukakan bahwa dunia (termasuk bisnis) mengalami beberapa kali gelombang perubahan

a.      Gelombang pertama adalah Revolusi pertanian.
b.      Gelombang kedua adalah Revolusi industry.
c.       Gelombang ketiga adalah  teknologi informasi.

Paradigma Ekonomi Industrial (Industrial Economy Paradigm)

Paradigma adalah sebuah konstruksi yang dapat diketahui; “sebuah artifak” . Berdasarkan pengertian ini, kalangan ilmuwan biasanya menghasilkan kesepakatan mengenai prinsip dan aturan bersama didalam mendefinisikan suatu teori, aplikasi, dan instrumentasi saat mereka berusaha membentuk contoh klasik atau gambaran standar tertentu yang menjadi pedoman bagi perilaku ilmiah.

Paradigma ekonomi jejaring adalah pola kegiatan ekonomi yang berbasis pada jejaring dan perkembangan teknologi informasi, seluruh aktivitas manusia seolah-olah kurang berjalan tanpa bantuan teknologi informasi. 
Ciri-ciri :
·         Saling berhubungan
·         Produksi yang dapat disesuaikan
·         Lingkup global

Perbedaan dan hubungan antara industrial economy paradigm dan networked economy paradigm

seiring berjalannya waktu, revolusi informasi telah menciptakan suatu lingkungan bisnis yang semakin kompleks tetapi sekaligus semakin dipermudah. Hubungan antara ekonomi industrial dan ekonomi jejaring adalah bahwa ekonomi jejaring adalah hasil perkembangan dari ekonomi industrial dengan peran yang sangat besar akibat revolusi informasi. Jadi sebenarnya, sekalipun ekonomi industrial dan ekonomi jejaring terlihat sangat berbeda tetapi tetap saling berhubungan.